Kendari, 14 November 2024 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari aktif berpartisipasi dalam Kegiatan Pengembangan dan Penyusunan Kurikulum Berbasis Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diselenggarakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Kendari. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 12 hingga 14 November 2024, ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kurikulum agar lebih adaptif terhadap perubahan kebutuhan industri dan tuntutan masyarakat.

Acara ini diawali dengan pembukaan dan sambutan yang disampaikan langsung oleh Rektor IAIN Kendari, Prof. Dr. Husain Insawan, yang menekankan pentingnya implementasi kurikulum berbasis MBKM dalam menciptakan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik tetapi juga keterampilan praktis. Rektor berharap penyusunan kurikulum MBKM ini mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan dinamis, sejalan dengan visi dan misi IAIN Kendari sebagai institusi pendidikan tinggi yang inovatif.

Dalam sesi pertama, Wakil Rektor I, Dr. Jumardin La Fua, memaparkan prinsip dan tujuan MBKM sebagai pondasi utama dalam membangun kurikulum yang memungkinkan mahasiswa mendapatkan pengalaman praktis di luar kampus. “MBKM memberi peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan profesional melalui kegiatan magang, pertukaran mahasiswa, atau kegiatan lain yang relevan dengan industri,” ujar Dr. Jumardin.

Selanjutnya, Dr. Haslita, M.Si., Dr. Hj Zanuriah, M.Si., dan La Ode Maarfi Nurjan, S.E., membawakan materi tentang analisis kebutuhan industri. Mereka juga membahas sosialisasi BKD (Beban Kerja Dosen), peran mitra, alumni, dan stakeholder dalam pengembangan kurikulum MBKM. Sesi ini ditekankan pada pentingnya integrasi antara dunia akademik dan industri, sehingga kurikulum yang disusun akan lebih relevan dan aplikatif sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Dr. Irawan, M.Pd., menyampaikan materi tentang penyusunan kurikulum yang berfokus pada penguatan kurikulum program studi agar lebih adaptif terhadap perkembangan ilmu dan teknologi. Dengan penyusunan kurikulum berbasis MBKM, FEBI diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi, memiliki wawasan global, namun tetap berlandaskan nilai-nilai Islam.

Dalam sesi berikutnya, Dr. Arnida, S.Pd., M.Si, menguraikan langkah-langkah dalam penyusunan struktur kurikulum serta pengembangan dan penilaian program studi berbasis MBKM. Menurutnya, “Penyesuaian kurikulum dengan format MBKM ini akan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat dalam berbagai aktivitas di luar kampus yang menunjang perkembangan kompetensi non-akademik mereka.” Ia juga menjelaskan bahwa kurikulum ini memungkinkan mahasiswa mengembangkan soft skills yang akan sangat berguna dalam dunia profesional.

Kegiatan yang berlangsung secara intensif selama tiga hari ini menunjukkan komitmen FEBI IAIN Kendari dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan yang sejalan dengan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Dengan kurikulum yang lebih fleksibel dan berbasis pada kebutuhan nyata, FEBI IAIN Kendari berharap dapat memberikan kontribusi dalam mencetak generasi lulusan yang siap beradaptasi dengan perubahan zaman serta mampu memberikan solusi bagi permasalahan di tengah masyarakat.


Leave a Comment